Sabtu, 26 Maret 2011

hahahaha

Selasa, 22 Maret 2011?
hahahaha.

Satu kata yang dapat menggambarkan betapa 'seru' nya hari itu.
Berbeda dengan selasa-selasa lainnya.
Bermula dari kecerobohan saya, admin F.

Kami--saya dan admin D--bergegas menuju Ancol dengan menaiki busway berwarna silver.
fyi, kami hanya mengandalkan feeling serta penunjuk jalan yang terbatas, dan tentu saja bertanya kepada petugas setempat.

Transit di dukuh atas.
Tempat mengantri busway jurusan Ancol terlihat sepi.
Kami memutuskan bertanya.
"Pak, rute busway menuju Ancol, menunggu di sini kan?" Kira-kira begitu pertanyaan yang dilontarkan admin D.
"Iya, tapi busway nya agak lama datangnya, kira-kira satu jam. Tunggu aja busway menuju pulo gadung, lalu turun di senen, kemudian lanjut ke harmoni." Kalau tidak salah begitu yang dibilang pak petugas.

Kami bergegas mengantri.
Busway datang.
Beberapa kali transit, dan akhirnya sampai di Ancol, Jakarta Utara.

Tiket pun kami beli. Dufan menjadi tujuan kami--pada saat itu.

Dufan.

Lekaslah kami mengantri. Tapi.......karna ada suatu masalah--bermula dari kecerobohan saya--kami tidak jadi ke dufan.

Kecewa.

Putar haluan!
Hmm...sea world, gelanggang samudera, pasar seni. Pick one.
Kami tidak membawa kamera. Akan sangat membosankan jika ke sea world tanpa kamera :-p
Akhirnya kami berjalan ke pasar seni.
Nothing.
Hanya numpang sholat dan makan.
Makan! Woot (:O
Admin D membawakanku bekal lho B-)
Superduper enak. I'm not lying. Tapi karna mood sedang down, nafsu makan pun turun dan--minta maaf karna--bekalnya tidak dihabiskan.
But, big thanks for you, admin D :-)

"Gimana kalo kita main ice skating di MTA?" Ajak admin D.
Saya pun langsung menyetujui dan selesai sholat, kita bergegas keluar ancol.

Sebelum itu, saya bertanya kepada kakak saya rute busway menuju MTA melalui sms.
Dia bilang, transit pas di depan mall tersebut.

Yap. Kami menaiki busway menuju grogol.
Karna kami yakin busway tersebut akan berhenti tepat di depan MTA, kami berkonsentrasi melihat gedung-gedung bertingkat selama di perjalanan.

Central Park. S.Parman shelter. Telah kami lewati.
"Loh itu kan mall taman anggrek!" Sahutku kepada admin D dan diri sendiri.
Ternyata tulisan nama gedung tersebut tertutupi oleh gedung-gedung bertingkat di sampingnya.
Terlewat satu halte.............
Di halte berikutnya kami turun, dan menunggu busway yang menuju arah sebaliknya.

Setengah jam.

Give up.
Busway tak kunjung datang.
Aku berkata, "Kita tunggu busway mana yang duluan datang, busway menuju pulang atau MTA. Dan itu yang akan kita taiki."

.....busway menuju MTA pun datang.
Bergegaslah kami menaiki busway tersebut, dan turun di depan Central Park, berjalan menuju MTA--dengan kaki yang sudah amat perih.


Sholat ashar.

Lalu kami mencari tempat tujuan kami berada di tempat tersebut, ice skating.
Ketemu!
Kami membeli tiket, mengambil sepatu khusus ice skating--yang amat sangat berat tersebut--dan menaruh barang-barang kami di loker yang kami sewa.

Ukuran sepatu admin D, 39 dan admin F.............................tigapuluhenam-_______- hahahaha tertawalah kalian semua bzzzz.

Sky ring.

Licin dan dingin. Itulah respon pertama kami saat memasuki arena ice skating tersebut.
Awalnya kami hanya berani berada di pinggir.
Sambil melihat ice skater lain yang sudah berpengalaman, kami mencoba untuk berani ke tengah arena.

Jatuh bangun kemudian jatuh lagi kami rasakan di sky ring. Hahahaha. Tertawa lagi. Ya, namanya juga dalam proses belajar.

Belum satu jam kami bermain, kami sudah disuruh keluar. Saya orang terakhir yang meninggalkan arena tersebut--dan sebelum meninggalkan arena tersebut saya sempat saja terjatuh dahulu.

20 menit.

Kami diperbolehkan memasuki lagi sky ring.
Kali ini, kami sudah 'merasa' bisa. Walaupun masih sempat terjatuh. Sekali lagi, namanya juga dalam proses belajar.

Setengah enam sore.

Kami menuju pulang.
Ada dua pilihan di hadapan kami. Ada dua halte busway. Yang mana yang akan kita pilih?
Halte paling dekat dengan jarak kami yang kami pilih.
Menunggu lagi.
Sempat bertanya tanya dalam hati. Ada berapa busway yang ada di kota metropolitan yang 'megah' ini? Kenapa butuh waktu yang lama untuk menunggunya? Berharap pemerintah meningkatkan jumlah busway yang ada di Jakarta. Agar kami tidak lagi menunggu selama ini.

Busway datang. Transitlah kami di halte Grogol. Berputar arah menuju pulang.


Maghrib.

Penuh sesak di tengah keramaian manusia-manusia kantoran yang menghambat kami untuk bertanya ke petugas jalur yang benar.

Pasrah.

Lama lagi kami menunggu.
Busway gandeng datang.
Entahlah busway itu akan menuju ke mana, kami sudah tidak tahu lagi. Yang jelas kami berada di dalam busway saja itu sudah cukup membayar kelelahan kami saat menunggu kendaraan beroda delapan tersebut.

Tapi kami tetap berharap penuh kalau busway tersebut akan mengantar kami ke jalur yang benar.

Yang-me-nge-nas-kan-a-da-lah.......kami melewati mall taman anggrek (LAGI)
Yap, kami salah halte. Seharusnya kami memilih halte yang satunya lagi yang disebrang halte tempat kami menunggu--di depan central park.


Yasudahlah.

Kami berbincang-bincang mengenai hari itu (hahahaha) sepanjang perjalanan.

Ternyata kami tidak salah naik busway.

Alhamdulillah


Kami transit di Kuningan Barat dan 'menyebrang' ke halte Kuningan Timur dan naik busway menuju pulang. Kini kami tau di mana kami berada. Hahahaha. Tertawa lagi.

Admin D transit lebih dulu, setelah itu baru saya, admin F.

Setengah delapan malam. Saya sampai rumah.

Lega.

Segeralah saya mengambil handphone dan mengirim sms berisi ucapan terima kasih dan permintaan maaf kepada orang yang telah menemani saya sepanjang di hari selasa itu.

Yap pengalaman yang tidak akan terulang. Kini kami cukup hafal nama-nama halte di sekitar jakarta utara.

Ingin menguji kami? Tanya saja :-D

p.s: Kenali rute yang akan kalian tuju. Banyak-banyaklah bertanya. Fokuskan tujuan kalian. Dan.....jangan ulangi kesalahan yang sama :-D

"Big thanks for Admin D, jangan kapok-kapok ya melalang buana bersama admin F :-)"

Selasa, 22 Maret 2011?
hahahaha.

Admin F