Rabu, 07 Maret 2012

Dua Jalan Satu Pilihan


Ku tersesat
Layaknya hutan belantara
Ya, hutan belantara kehidupan

Ku terpaku pada dua jalan
Terpampang di depan tubuh lemahku
Manakah jalan yang harus kutempuh?

Siapa pun, tolonglah..

 
Tiada seorang pun datang
Bahkan yang selama ini aku harapkan
Kerabat dan sahabat

Sepi..
Hampa..
Aku berjalan..

Tanpa kusadari
Ku berada pada jalan itu
Ya.. Gelap gulita
Sungguh tak ada setitik pun cahaya!

Terdengar suara ronta
Mereka berteriak
Berisik
Telingaku parau dibuatnya

Aku pun tak melihat siapa
Tiada sosok kehidupan
Di lorong gelap itu..

Aku masih berharap
Siapa pun, tolonglah..

 
Pejamkan mata
Punya harapan setelah membukanya
Setitik cahaya saja
Aku mohon!
Sungguh aku memohon

Cahaya!
Mataku membelalak
Sungguh melebihi keinginanku

Aku tersadar
Oh, bukan!
Aku disadarkan
Siapa itu?
Sungguh..
Aku jatuh cinta kepada yang menyadarkanku
Bantu aku mencari siapa

Siapa pun, tolonglah..

 
Aku bersumpah!
Aku jatuh cinta
Cinta tulusku
Kupersembahkan..
Kepada yang melindungiku

Terdengar bisikan, “Tuhanmu!”
Tak tahu siapa
Tak tahu datangnya
“Terima kasih”

Kini kutahu siapa!
Cinta tulus aku persembahkan pada-Nya
Maha besar
Maha segala-galanya

Admin F

Tidak ada komentar:

Posting Komentar